Alat Musik Populer Dan Terkenal Asal Jawa TengahIndonesia terkenal dengan kekayaan budaya dan seninya, bahkan terdapat ribuan seni budaya yang berbeda-beda. Sebagian besar dari kita warga negara indonesia pastinya belum mengetahui budaya dan seni seluruh daerah yang ada di indonesia.

Alat Musik Populer Dan Terkenal Asal Jawa Tengah

Alat Musik Populer Dan Terkenal Asal Jawa Tengah

tbadl – Banyak sekali budaya yang Indonesia tampilkan di kancah internasional. Padahal, Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak pulau mulai dari Sabang hingga Merauke. Untuk itu tentunya kita sebagai warga negara Indonesia perlu mengetahui tentang seni dan budaya yang kita miliki. Tujuan utama dalam memahami budaya dan seni adalah untuk melestarikannya dari generasi ke generasi selanjutnya. Karena budaya Indonesia beragam, maka bisa diakui dunia. Jangan sampai keberagaman seni dan budaya kita diadopsi oleh negara lain.

Jawa Tengah merupakan provinsi yang kaya akan kearifan budaya lokal, menjadikan daerah ini semakin maju dan terkenal di mata dunia. Salah satu kebudayaan daerah ini adalah alat musik Jawa Tengah. Ada puluhan alat musik tradisional di Jawa Tengah yang patut Anda pelajari dan lestarikan, terutama dari masyarakat setempat.

Sebelum kita masuk ke pembahasan utama yaitu alat musik Jawa Tengah, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu Alat Musik Populer Dan Terkenal Asal Jawa Tengah. Tanpa basa-basi lagi, mari simak ulasannya di bawah ini:

Sejarah Alat Musik Jawa Tengah
Jika Berbicara tentang sejarah alat musik tradisional di Jawa Tengah, keberadaan alat musik gamelan dikenal pertama kali. Era dominasi budaya Buddha-Hindu di Indonesia menandai dimulainya munculnya alat musik. Alat ini telah berkembang menjadi bentuknya yang sekarang.

Berbeda dengan pengaruh India Barat dalam bentuk kesenian, pengaruh India dalam musik gamelan hanya terdapat pada gaya vokal Jawa. Dalam mitologi Jawa, Gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada zaman Saka, dewa yang memerintah sebagai raja atas seluruh tanah Jawa.

Berasal dari Gunung Maendra di Medangmulan yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Lawu. Dia membutuhkan isyarat untuk memanggil para dewa, maka dia menciptakan sebuah gong. Untuk pesan yang lebih rumit lagi, ia menemukan dua gong tambahan, sehingga menghasilkan satu set gamelan asli.

Gambar grup musik lain juga ditemukan di Candi Borobudur di Jawa Tengah pada abad ke-8. Alat musik yang ditemukan antara lain seruling bambu, lonceng, segala jenis gendang, busur dan alat musik lainnya. Tetapi tidak ada metalofon atau gambang. Oleh karena itu, instrumen orkestra ini disarankan sebagai salah satu bentuk gamelan. Di Jawa, perangkat ini dianggap sebagai alat musik tertua. Rupanya tema abad ke-12 adalah gamelan Munggang dan gamelan Kodokgorek.

Ini membentuk dasar dari “gaya keras”. Dan berbeda dengan “gaya lembut” yang berkembang dari tradisi, dan juga dari hubungan tradisi nyanyian puitis Jawa. Pada abad ke-17 muncul gaya baru pada sebagian besar gamelan Bali, Jawa, dan Sunda, yaitu gaya campuran, yaitu campuran gaya keras dan lunak.

Nama-nama Alat Musik Jawa Tengah
Ada banyak jenis dan kegunaan alat musik Jawa Tengah instrumen bahasa musik tradisional. Di bawah ini 12 jenis gamelan atau alat musik asal Jawa Tengah:

1. Bonang
Bonang adalah alat musik Jawa Tengah yang terbuat dari bahan logam seperti kuningan, perunggu atau besi. Alat musik jenis ini dimainkan dengan cara dipukul, palunya juga terbuat dari kayu yang dilapisi kain atau karet. Bonang di Jawa Tengah ada dua jenis, yaitu bonang barung (besar) dan bonang penerus (kecil). Untuk lebih jelasnya mengenai kedua jenis Bonang tersebut, simak ulasan berikut ini:

Bonang Barung
Ciri khas Bonang Barung adalah ukurannya yang sedang dan nadanya sedang-tinggi. Tulang jenis ini sering digunakan sebagai pembuka kalimat. Bonang Barung dapat menghindari kesalahan nada dalam teknik dan pola permainan gendang. Dalam Bonang Gendhing, Bonang Barung dimainkan untuk membuka gending dan memandu alurnya.

Baca Juga : Pantai Di Riau Dengan Pemandangan Menakjubkan 

Penerus Bonang
Bonang Penerus adalah sejenis alat musik tanpa tulang yang nadanya tinggi dan bentuknya kecil. Kecepatan teknologi pipa Bonang-Panerus dua kali lipat dibandingkan Bonang-Barung. Meskipun hal ini menghalangi munculnya notasi Balungan, namun kecepatan dan nada notasi Bonang berikutnya membuatnya tidak cocok sebagai lagu utama.

Namun, dengan teknik tawon, hadiahnya dapat dikaitkan dengan Bonang Barung, Penerus Bonang, memperagakan pola kabel yang dikepang. Cara memainkannya alat musik ini mirip dengan alat musik Bonang Barung. Padahal penerus Bonang hanya mengikuti arahan lagu Bonang Barung.

Musik Jawa Tengah

2. Demung
Demung adalah alat musik gamelan bergenre Balungan. Selain itu ada definisi lain yang mengatakan Demung adalah saron yang bentuknya besar. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara memukulnya dengan sebuah tongkat khusus. Ada dua jenis demung yang biasa dimainkan di Jawa Tengah, yaitu Demung Slendro dan Demung Pelog.

Apa perbedaan kedua jenis demung di atas? yaitu, dari segi ukuran dan kekuatan suara. Umumnya satu paket gamelan berisi dua demung, baik versi Pelog maupun Slendro. Alat musik Demung dimainkan pada tangga nada paling bawah dari keluarga Balungan dan mempunyai bentuk yang lebih besar.

Demung memiliki wilahan (gamelan yang terbuat dari bilah logam dan kayu) yang relatif lebih tipis dan lebar dibandingkan wilahan Saron, sehingga keluaran suaranya lebih rendah. Kendang atau pipa demung sebagian besar terbuat dari kayu dengan desain mirip palu, namun ukurannya lebih besar dan berat dibandingkan badan saron.

Teknik permainan drum sering kali mengikuti nada-nada atau bergantian antara Demung 1 dan Demung 2 untuk menghasilkan campuran timbre yang berbeda, namun selalu mengikuti pola tertentu. Selain itu, kecepatan ketukannya bergantung pada drummer dan genre lagunya.

Gangsaran Gendhing biasanya menceritakan situasi peperangan, sehingga demung dimainkan dengan keras dan cepat. Sedangkan pada musik Gati yang bernuansa militer, demung dimainkan secara pelan namun keras. Saat mengiringi lagu, ketuk secara perlahan, sedangkan saat seimbang (miring ke samping), ketuk dengan cepat dan keras.

3. Gambang
Gambang merupakan alat musik asal Jawa Tengah yang bahan utamanya kayu dan juga digunakan untuk lagu Pangrengga. Alat musik ini berbentuk satu set 20 bilah (setengah bambu) yang dilengkapi nada-nada. Cara memainkan gambang adalah dengan memukulnya dengan tabung khusus sedemikian rupa sehingga menghasilkan irama “do re f mi so la si do”.

4. Gamelan
Gamelan merupakan salah satu alat musik yang mirip dengan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Nama gamelan ini sebenarnya menggambarkan suatu kesatuan yang diciptakan dan dimainkan secara bersama-sama. Secara etimologis, gamelan berasal dari bahasa Jawa dan terdiri dari dua suku kata, yaitu gamel (menabuh/memukul), diikuti akhiran kata benda.

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, gamelan jawa merupakan salah satu alat musik yang umumnya menggunakan metalofon, gambang, kendang dan gong. Penciptaan musik gamelan jawa didasarkan pada perpaduan bunyi gong, kenong dan alat musik jawa lainnya.

5. Gender
Gender adalah jenis alat musik Jawa Tengah yang dimainkan dengan cara dipukul dan terbuat dari logam (metalofon). Gender ini merupakan bagian dari musik gamelan Jawa dan Bali. Alat musik ini dilengkapi dengan 10-14 bilah (belahan) yang terbuat dari logam (kuningan) yang digantung secara ritmis pada sebuah kikir, lebih tepatnya pada resonator bambu atau seng.

Alat musik ini dipukul dengan palu berbentuk bilah bulat yang terbuat dari kayu (Bali) atau kayu yang dilapisi kain (Jawa). Tentu saja suara yang dihasilkan berbeda-beda, semua tergantung skala yang digunakan. Gamelan Jawa ini juga mempunyai tiga gender yaitu Slendro, Pelog Pathet Nem Dan Lima dan Pelog Pathet Barang. Alat musik gender ini mempunyai bentuk yang mirip dengan gamelan gangsa Bali dan gamelan slentem Jawa.

6. Kenong
Kenong adalah alat musik tradisional dari Jawa Tengah yang berbentuk gamelan Jawa. Alat musik ini dimainkan dengan cara yang dipukul menggunakan sebuah palu. Dalam musik gamelan, Gamelan Kenong berfungsi sebagai penunjang akord atau harmoni, penentu batas gatra dan penegas irama.

Kenong merupakan alat musik perkusi, namun ukurannya lebih besar dibandingkan Bonang. Umumnya dek jenong terbagi menjadi 10 bagian. Alat musik ini merupakan salah satu alat musik Gamelan Pencon yang paling keras dan lebar dibandingkan dengan alat musik Kempul dan Gong yang berbentuk datar. Kenong ini berdiri di atas alas kayu yang diberi tali sehingga pada saat memainkan kenong tersebut, bukannya diayunkan ke kiri atau ke kanan, melainkan diayunkan ke atas dan ke bawah sehingga menghasilkan bunyi yang khas.

7. Saron
Saron atau yang biasa disebut Richik dalam bahasa Jawa Tengah adalah alat musik gamelan keluarga Balungan. Saron terbuat dari lembaran logam dan dimainkan dengan cara dipukul dengan palu kayu khusus. Umumnya ada empat saron dalam gamelan. Ada versi Pelog dan Slendro di setiap Saron. Alat musik ini menghasilkan bunyi dengan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan demung dan mempunyai bentuk fisik yang lebih kecil.

Kendang atau gendang saron terbuat dari kayu dan bentuknya menyerupai palu. Adapun teknik memukulnya, tergantung ritmenya, bisa dilakukan dengan memukul mundur (miring ke samping) atau bergantian antara saron pertama dan kedua. Ada satu orang yang aktif bermain Saron. Orang ini bertanggung jawab mengarahkan tempo cepat atau lambat, kekuatan dan kelemahan ritme, serta sifat gendingnya.

Jenis Gendhing Gangsaran seringkali mencerminkan nuansa peperangan, yaitu serangan yang kuat dan cepat. Sementara itu, di wilayah Gati yang kondisi militernya, kecepatannya biasanya lambat namun kuat.